Jenis Crowdfunding yang Ada Beserta Perbedaannya

Dalam bidang teknologi finansial di Indonesia istilah crowdfunding yang mungkin belum cukup dikenal sehingga seringkali terjadi salah pengertian. Hal ini juga dikarenakan jumlah jenis crowdfunding yang cukup beragam. Istilah crowdfunding, peer-to-peer lending, marketplace lending dan equity crowdfunding seringkali tertukar satu sama lain, dan menimbulkan kebingungan. Untuk mempermudah Anda memahami semuanya, kami akan berikan penjelasan singkat mengenai crowfunding, peer-to-peer lending, marketplace lending dan equity crowdfunding.

Jenis Crowdfunding

Crowdfunding adalah proses mengumpulkan sejumlah uang untuk membiayai suatu produk/proyek, usaha, atau kegiatan filantropi oleh sejumlah besar orang, yang biasanya dilakukan melalui platform online.

Terdapat empat jenis crowdfunding Indonesia, yaitu :

  • reward crowdfunding
  • donation-based crowdfunding
  • loan-based atau debt crowdfunding
  • equity crowdfunding

Di mana perbedaan dari masing-masing klasifikasi tersebut adalah bentuk kompensasi yang diberikan kepada orang-orang yang memberikan dana atau biasa disebut sebagai the crowd.

  1. Reward Crowdfunding

Penggalang dana pada platform berbasis reward akan memberikan imbalan dari dana yang diberikan crowd dalam bentuk versi pertama atau edisi terbatas dari produk atau layanan yang didanai.

  1. Donation Crowdfunding

Penggalangan dana berbasis donation crowdfunding merupakan penggalangan dana yang bersifat sosial (charity) dan biasanya tidak ada memiliki kompensasi.

  1. Loan-based Crowdfunding / Debt Crowdfunding

Loan-based crowdfunding adalah bentuk penggalangan dana dalam bentuk utang, sehingga crowd mendapatkan kompensasi berupa pembayaran kembali atas pinjaman yang diberikan, beserta bunganya. Loan-based crowdfunding juga biasa dikenal sebagai peer-to-peer lending, dan sekarang juga biasa disebut dengan istilah marketplace lending. Jadi loan-based crowdfunding, peer-to-peer lending dan marketplace lending pada pokoknya merupakan satu hal yang sama.

  1. Equity Crowdfunding

Yang terakhir, equity crowdfunding, merupakan bentuk penggalangan dana dengan imbalan berupa saham pada perusahaan penggalang dana.

Keuntungan Crowdfunding

Bagi penerima dana, sistem pendanaan melalui equity crowdfunding Indonesia memberikan beberapa keuntungan, yakni:

  1. Mudah, karena dilakukan online

Crowdfunding dilakukan secara online sehingga memudahkan Anda untuk mendapatkan dana. Dengan begitu, Anda tak perlu repot-repot menghubungi calon penanam modal untuk mendanai usaha Anda.

Hanya dengan proposal usaha yang Anda lampirkan di situs, investor akan meliriknya untuk memberikan dana. Terlebih lagi jika proposal Anda memilliki prospek yang jelas.

  1. Suku Bunga Kompetitif

Suku buka bagi pelaku bisnis yang ditawarkan oleh crowdfunding begitu kompetitif. Kisaran bunganya dari 6,48% hingga 17% per tahun dan bersifat flat.

  1. Prosesnya mudah

Jika Anda mendaftar di situs crowdfunding, Anda tak akan merasa kesulitan. Karena proses yang ditawarkan mudah, singkat, dan tentu saja aman. Tak membutuhkan waktu yang lama, data yang Anda unggah pun dijamin tak dapat dibobol oleh siapapun. Sebab, keamanannya telah dijamin oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

  1. Tak ada uang muka atau jaminan

Pelaku bisnis tak dibebankan oleh uang muka dan jaminan untuk mendapatkan modal. Platform crowdfunding benar-benar hanya menjadi wadah. Selagi pelaku bisnis sanggup membayar modal yang diberikan, proses pendanaan pun akan tetap berjalan lancar sesuai kesepakatan di awal.