Manajemen Sistem Organik Hama Gudang Biji

Perlindungan biji – pengontrolan hama pada penyimpanan biji yang efektif dapat dilakukan secara non kimia atau tidak menggunakan bahan kimia seperti pestisida. Namun, pengontrolan dengan cara seperti itu membutuhkan pendekatan yang melibatkan sanitasi, identifikasi, monitoring, dan upaya pencegahan.

Sebelum melakukan tindakan untuk mengatasi permasalahan hama pada gudang biji-bijian, maka terlebih dahulu harus dilakukan proses identifikasi terhadap jenis hama agar tindakan yang dilakukan dapat berjalan dengan efektif.

Faktor pencegahan sebelum penyimpanan

Sebelum mulai melakukan upaya penanganan hama pada gudang penyimpanan biji-bijian, maka terdapat beberapa faktor yang dapat diukur untuk menentukan keberhasilan perlindungan biji yang akan dilakukan.

Sanitasi

Faktor pertama yang harus diukur untuk menentukan keberhasilan perlindungan biji pada saat penyimpanan yaitu sanitasi. Upaya ini adalah cara yang paling efektif untuk mengendalikan hama pada gudang penyimpanan biji.

Cara untuk mengendalikan jumlah hama pada gudang penyimpanan biji adalah dengan cara menghindarinya. Tujuan dari sanitasi yaitu untuk mengeliminasi telur-telur serangga, pupa, dan juga serangga dewasa. Jangan pernah meletakkan biji yang baru dipanen di dalam wadah yang terdapat biji tua.

Kosongkan terlebih dahulu wadah penyimpanan biji tersebut dari semua residu biji dengan menggunakan alat seperti sekop, sapu, dan vacuum industri untuk membersihkan debu, jaring laba-laba, serta serpihan dari retakan apapun dari pintu, ventilasi, dan juga lantai.

Bahkan biji yang sudah tua dalam jumlah kecil atau sisa biji dari proses penyimpanan sebelumnya dapat menyebabkan awal permasalahan serangga. Bersihkan kipas angin, elevator, dan conveyor sebelum biji baru disimpan.

Biji yang berpotensi diserang oleh serangga dapat dipisahkan di dalam suatu wadah yang sulit untuk dijangkau oleh serangga seperti di atas pengaduk. Ketika wadah telah bersih, lakukan pengecekan terhadap serangga dan perbaikan jika terdapat kerusakan atau lubang yang dapat menyebabkan terjadinya kelembaban atau serangga untuk masuk. Berikan perawatan pendahuluan pada wadah yang telah bersih dengan menggunakan protektan biji yang telah terdaftar secara resmi.

Selalu lakukan pengecekan sertifikat organik agensi Anda sebelum menggunakan material baru. Selalu gunakan peralatan keamanan yang layak seperti respirator dan helm udara saat pembersihan dan perawatan wadah.

Bersihkan peralatan pengangkutan biji dari proses penyimpanan biji sebelumnya dan masukan biji yang baru ke dalam truk yang bersih. Lakukan pengawasan terhadap keberadaan gulma dan biji-bijian yang terbuang di area sekitar gudang penyimpanan.

Faktor pencegahan saat penyimpanan

Faktor yang menentukan keberhasilan perlindungan biji adalah dengan melakukan tindakan preventif saat penyimpanan biji.

Pembersihan biji

Material halus termasuk serangga dan bagian serangga dapat menyebabkan peningkatan kelembaban, jamur, dan infestasi serangga. Kombinasi penyesuaian yang sesuai harus digunakan untuk mereduksi jumlah kerusakan biji, serpihan, dan material asing.

Pembersih biji dapat digunakan untuk meningkatkan daya simpan biji terutama pada saat melakukan penyimpanan biji-bijian yang basah, rusak, atau tidak dewasa. Pembersih biji yang digunakan umumnya meliputi gravity screen, perforated auger, rotary screen, aspirator pre-cleaners.

Gravity screens adalah pembersih sederhana yang mengoper biji melalui layar selama penanganan. Gravity screens dapat berupa unit tunggal yang diberi umpan melalui auger conveyor atau bagian permanen dari peralatan seperti output pada bucket elevator.

Perforated auger adalah bagian dari auger yang berlubang dan selagi biji disalurkan melalui auger, serpihan dipisahkan. Tipe pembersih ini memiliki keefektifan yang terbatas pada saat auger dioperasikan pada kapasitas 100%. Bagaimanapun juga, pengoperasian auger pada kapasitas kurang dari 100% dapat menghasilkan peningkatan kerusakan biji.

Rotary screen merupakan bagian yang memisahkan serpihan dari biji dan dapat membersihkan biji secara efektif jika biji berukuran dan dioperasikan dengan tepat. Konsultasikan dengan manufaktur untuk instruksi pengoperasian peralatan ini.

Aspirator pre-cleaners menggunakan aliran udara untuk memindahkan debu, sekam, dan material lain yang lebih ringan daripada biji sebelum biji dikeringkan. Biji secara internal tersebar melalui bilik aspirator dan udaranya ditarik melalui butiran yang mengalir untuk menghilangkan bahan yang lebih ringan daripada biji. Laju aliran udara biasanya disesuaikan dengan varietas tanaman yang sesuai.

Faktor pencegahan setelah penyimpanan

Faktor pencegahan setelah penyimpanan benih juga turut menentukan keberhasilan perlindungan biji.

Monitoring biji yang disimpan

Perlindungan biji tidak berhenti hanya ketika biji masih berada di gudang, melainkan harus dilakukan pengawasan terhadap biji setelah masa penyimpanannya selesai.

Proses monitoring biji setelah disimpan dapat dilakukan dengan bantuan fasilitas seperti jebakan hama.

Temperatur, karbon dioksida, dan kerusakan makanan merupakan pertanda dari infestasi serangga dimana serangga melepaskan panas ketika melakukan respirasi dan pada densitas serangga yang tinggi, bintik panas dapat terbentuk.

Termometer permanen atau probe dapat digunakan untuk menjaga temperatur biji. Bagaimanapun juga, titik panas sulit untuk dideteksi dan serangga dapat menyebabkan kerusakan signifikan sebelum mereka dideteksi.

Peningkatan konsentrasi karbon dioksida di dalam biji mengindikasikan adanya keberadaan serangga di dalam gudang atau wadah penyimpanan selama perkembangan infestasinya. Monitoring terhadap wadah penyimpanan biji dapat dilakukan dengan cara melakukan pengambilan sampel setiap 2 minggu sekali.

Bagian atas massa biji: untuk menentukan apakah terdapat serangga pada biji yang disimpan, dapat dilakukan inspeksi terhadap bagian atas massa biji. Aroma asam, biji yang menggumpal, kondensasi pada bagian permukaan dalam atap wadah penyimpanan, jaring laba-laba pada permukaan biji, atau keberadaan larva serangga, kumbang dewasa, atau kutu mengindikasikan adanya infestasi serangga.

Infestasi serangga pada permukaan massa biji dan adanya jaring laba-laba biasanya menunjukkan adanya kutu. Kerusakan akibat biji oleh serangga biasanya terjadi hanya pada bagian atas massa biji, pemindahan jaring laba-laba dan biji yang rusak dapat mengurangi infestasi serangga.

Jika biji dinaikkan secara layak dan permukaannya dirawat atau ditutup dengan menggunakan material setelah proses pengisian pada gudang, hindari penggangguan pada bagian lapisan pelindung kecuali Anda merawat ulang permukaannya. Jebakan feromon dapat digunakan untuk memonitor kutu.

Interior massa biji dapat dimonitor dengan menggunakan jebakan saluran plastik, jebakan probe, dan jebakan feromon lengket. Jebakan tersebut dimasukkan ke dalam massa biji untuk periode tertentu dan kemudian dilepaskan.

Tipe jebakan ini akan menarik perhatian serangga dan membantu dalam pengidentifikasian tipe dan jumlah serangga yang ada. Metode yang cepat namun kurang akurat dari penyampelan massa biji untuk serangga adalah dengan melakukan observasi biji yang dipindahkan dari dalam gudang menggunakan grain sampling probe.